Batu Amber

batu amber

Amber adalah sejenis batu mulia yang sangat unik. Ia tidak terbentuk dari bebatuan alam, melainkan dari resin tumbuh-tumbuhan yang terbentuk sejak zaman eosin atau tepatnya 50-70 juta tahun yang lalu. Maka tidaklah salah bila ada yang berpendapat bahwa amber adalah zat tertua yang dipakai manusia sebagai aksesoris atau perhiasan.

Perlu untuk diketahui bahwa amber pertama kali di temukan di eropa utara pada tahun 8.000 SM. Batu amber bisa ditemukan di wilayah-wilayah laut Baltik (Jerman) dan juga wilayah di sekitar Yorkshire (Inggris). Selain itu, batu amber juga ditemukan di Polandia, Samudra Atlantik, di Amerika Serikat dan Republik Dominika. Kemudian pada tahu 1990an, batu amber banyak ditemukan di sekitar Jawa Barat khususnya daerah Sukabumi.

Jenis

Sebenarnya kata amber diambil dari sebuah kata bahasa Jerman yang berarti batu yang bisa dibakar. Batu amber terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut :

Amber yang terbentuk dari zat organik, yaitu dari tumbuh-tumbuhan yang berubah menjadi sejenis getah. Salah satu contohnya adalah pohon pinus di masa prasejarah. Pohon tersebut memiliki tinggi yang sama dengan pohon cemara pada zaman sekarang. Pohon pinus bisa tumbuh bebas di hutan-hutan Eropa selama berjuta-juta tahun lamanya. Pohon pinus tersebut meneteskan getah (semacam damar). Kemudian getah tersebut lama-lama akan membantu.

Getah (damar) dari sejenis pohon cemara yang wangi kemudian terbawa air laut dan tenggelam. Ketika terbawa kembali ke daratan melalui peratara ombak, getah tersebut sudah berwujut batu lalu diberi nama dengan batu busa laut.

Kelebihan Batu Amber

Salah satu kelebihan dari batu amber adalah ia banyak mengandung minyak aetherisch yang sering kita kenal dengan nama minyak barnsteen (miyak amber atau uga barnsteenzuur). Tidak hanya itu saja, batu amber yang dibakar juga akan meninggalkan residu warna hitam yang disebut dengan nama amber pitch (kolofoni amber). Kemudian saat residu tersebut dilarutkan dalam minyak terpentin (minyak biji rami) akan terbentuklah lak amber (pernis amber).

Sebenarnya tidak ada bedanya antara batu amber yang ditemukan di pengalian tanah atau di pantai, karena keduanya sama-sama memiliki kualitas yang sama. Keduanya juga sama-sama memiliki tingkat kekerasan yang sama, yaitu 2 skala mohs. Batu amber juga mengandung struktur kristal amorphous yang berat jenisnya lebih berat dari air. Kelebihan lainnya adalah jika anda membakar batu amber maka ia akan mengembang dan mengeluarkan aroma yang sangat sedap.

Namun usahakan untuk tidak membakarnya dengan suhu panas yang sangat tinggi, karena batu ini bisa habis. Kemudian jika batu ini digosok dengan lijnoline, maka batu ini akan melunak tetapi tidak hancur. Cara-cara seperti itulah yang sering ditempuh oleh para pengerajin perhiasan, yaitu dengan memanaskan batu amber hingga lunak, kemudian melipat-lipat sampai terbentuk beraneka ragam barag perhiasan wanita.

Ciri-Ciri

Batu amber juga mengandung magnet. Jika tidak percaya, anda bisa menggosok-gosokan batu ini dengan kain, maka amber tersebut akan menjadi magnetik. Coba letakkan batu amber di atas potongan kertas-kertas kecil, maka anda akan melihat bahwa potongan tersebut akan terangkat mendekati batu.

Selain mengandung magnet, batu amber terdiri atas 79% zat arang, 10% zat air dan sisanya belerang. Batu ini juga memiliki daya konduksi yang rendah, sehingga akan terasa hangat jika dipegang. Ia bisa menampakkan internal stress (pola-pola tekanan internal) yang sangat khas jika dilihat dibawah polariskop.

Ciri-ciri fisik dari batu ini ialah memiliki warna yang variatif. Anda bisa mendapatkan batu amber yang berwarna kuning emas, kuning kecokelat-cokelatan, kuning muda sampai tua agak kekuningan. Bahkan, anda juga bisa menemukan batu amber yang berwarna putih, warna lemon, biru, hijau, hitam dan juga merah (dinamkan cherry amber).