Batu Beryl

batu beryl

Beryl adalah salah satu batu mulia yang sangat terkenal di dunia. Hampir sama dengan batu berlian, hanya saja tersusun atas silikat alumunium dan juga berilium. Menurut Jauhari Latif dalam bukunya Ragam Jenis Batu Permata Beserta Khasiatnya, dituliskan bahwa beryl memiliki tingkat kekerasan yang lebih tinggi daripada batu kuarsa.

Jenis Batu Beryl

Sama halnya dengan batu mulia lainnya, batu beryl juga terdiri dari beberapa varian warna seperti hijau tua, hijau kebiru-biruan, hijau muda, merah muda dan kuning keemasan. Beryl yang berwarna hijau kebiru-biruan dimasukkan ke dalam golongan aquamarine. Kemudian beryl yang berwarna merah muda digolongkan dalam kategory morganit. Beryl yang berwarna merah masuk ke dalam kategori bixonite. Beryl yang berwarna kuning keemasan masuk dalam kategory heliodor. Sementara beryl berwarna hjau tua dimasukkan ke dalam golongan zamrud.

Aquamarine dan bixbite adalah golongan beryl yang paling langka dan mahal harganya. Salah satu public figur dunia yang pernah mengenakan aquamarine adalah mediang Lady Diana. Sedangkan salah satu pemilik bixbite di dunia adalah Queen Elizabeth. Meskipun demikian, jenis bixbite tersebut ukurannya hanya di bawah 1 karat.

Bixbite dan aquamarine memang dijual bebas di pasaran. Beberapa toko perhiasan di dunia juga menyediakan bixbite. Namun tentunya perhiasan tersebut dijual dengan harga sangat fantastis dan tentunya mereka yang berani membeli bixbite adalah kaum elite atau para pecinta dan pengoleksi batu mulia.

Bixbite

Bat bixbite sangatlah langka, warna merah dianggap sebagai salah satu warna batu yang paling diminati orang. Karena kelangkaan batu ini, banyak orang yang mentreatment batu beryl berwarna putihnya supaya terlihat seperti bixbite. Beberapa treatment yang sering dilakukan untuk ini adalah dengan pelapisan (coating) dan penambahan warna (dyed).

Tentunya batu bixbite hasil treatment ini tidaklah layak dikoleksi. Apalagi jika kita tidak mengetahui bahwa batu kita tersebut telah diberi treatment. Hasil treatment pelapisan dan penambahan warna tidak berlangsung secara permanen. Lama-lama lapisan warna yang berada di bagian bawah batu tersebut akan luntur atau mengelupas. Sehingga warna batu tersebut akan kembali putih seperti semula.

Begitu juga dengan treatment penambahan warna (dyed), ini justru lebih cepat hilang warnanya. Karena dengan terkena air hujan saja biasanya zat warna (tinta) yang ditambahkan ke dalam batu akan memudar. Di taruh di dalam kotak yang tertutup saja, dalam kurang dari setahun batu yang diberi treatment dyed ini biasanya juga akan pudar dengan sendirinya.

Aquamarine

Aquamarine yang sering disebut sebagai cincin biru laut adalah sebuah batu mulia yang sebenarnya masuk ke dalam golongan beryl. Batu ini disukai karena memiliki warna biru jernih seperti air laut, sehingga sangat lembut untuk dipandang. Meskipun demikian, ada juga beberapa aquamarine yang berwarna biru agak pekat atau justru bening sekali. Akan tetapi aquamarine yang berwarna biru laut tetaplaj yang paling banyak dicari dan tentunya yang paling mahal di antara jenis aquamarine lainnya.

Warna birunya yang mempesona memang membuat orang menjadi teringat dengan batu topaz atau safir biru. Selain warna yang sama, aquamarine juga memiiliki kilau yang sama seperti safir biru dan topaz. Tetapi keduanya memiliki ciri dan tingkat kekerasan yang berbeda. Aquamarine memiliki tingkat kekerasan 7,5 hingga 8 skala mohs.

Batu aquamarine dapat memancarkan sinar seperti batu safir ataupun ruby. Namun yang membedakan aquamarine dari keduanya adalah batu ini akan hancur jika di panaskan dalam suhu 800-900 derajat Celcius. Selain itu, warna batu aquamarine mengandung unsur besi yang lebih banyak daripada safir ataupun ruby. Jumlah besi yang banyak itulah yang menyebabkan batu ini memiliki banyak variasi warna

Salah satu cara untuk membedakan batu aquamarine asli dan yang palsu adalah dengan merasakan tingkat kedinginannya. Batu aquamarine yang asli akan terasa sangat dingin, sementara yang palsu tidak terasa dingin sama sekali. Selain itu, cara yang paling sering digunakan adalah dengan merendamkan batu aquamarine ke dalam cairan bromoform. Apabila batu tersebut mengambang, maka bisa dipastikan bahwa batu tersebut asli. Namun apabila tenggelam, maka bisa dipastikan bahwa batu tersebut bukan aquamarine. Cara ini sangat berkebalikan dengan identifikasi batu topaz.