Batu Giok

batu giok

Batu giok (jade) adalah sejenis batu muliah yang juga seringkali disebut-sebut sebagai batu permata hijau. batu giok paling banyak ditemukan di daerah Tibet, Tiongkok, Korea dan juga Birma. Beberapa daerah tersebut juga dikenal sebagai komoditas ekspor batu giok.

Sejarah

Pada awalnya, batu giok hanya diproduksi di daerah Ningshao (sebuah daerah yang berada di delta sungai Yangtze, Tiongkok). Produksi batu giok ini sudah terjadi sejak ribuan tahun silam. Selain di Ningshao, batu giok juga ditemukan di Liaonin, Mongolia dan juga di benua-benua lain seperti Amerika dan Afrika.

Di dalam perjalanan sejarah batu ini, ia telah dikenal sebagai aksesoris dan perhiasan selama ribuan tahun. Pada sejarah Tiongkok ataupun korea, batu giok seringkali dijadikan sebagai cinderamata tamu-tamu istana, media pengusir roh-roh halus dan juga perhiasan untuk acara pernikahan.

Keberadaan batu giok pada zaman dahulu kala ini semakin diperkuat dengan ditemukannya reruntuhan bangunan sisa berdirinya Dinasti Shang (4.700 – 2.200 SM). Dalam temuan tersebut, telah didapati berbagai macam jenis batu giok yang menghiasi makam-makan raja Shang.

Khasiat Batu Giok

Sebelum dimanfaatkan sebagai perhiasan, batu giok sempat dikenal dan dipercaya sebagai media pengobatan, terutama untuk meningkatkan kesehatan. Dalam berbagai catatan sejarah kuno, sering ditemukan bukti bahwa batu giok sudah lama dipakai dalam peradaban manusia pada ribuan tahun yang lalu. Beberapa waktu lalu, batu giok terbukti secara ilmiah dapat berkhasiat sebagai metode pengobatan melalui terapi pijat ceragem.

Dalam ilmu pengobatan timur (seperti Tiongkok, Tibet dan Korea) batu giok seringkali dipakai untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, baik itu mulai penyakit yang ringan hingga penyakit yang berat. Beberapa tabib istana sering menggunakan batu giok untuk mengobati keluarga istana. Namun seiring berjalannya waktu, rakyat jelata pun juga bisa merasakan khasiat dan keampuhan batu giok.

Sebenarnya apakah yang menyebabkan batu giok dapat dijadikan sebagai media pengobatan ?

Hal tersebut dikarenakan dalam batu ini terdapat mineral yang cukup tinggi dan beragam, seperti misalnya kalsium, potasium, besi, magnesium dan masih banyak lagi. Selain itu batu giok menjadi perangsang aliran chi atau energi murni dalam tubuh seseorang.

Tidak hanya itu saja, aliran chi pada batu giok juga bisa mencegah adanya penuaan sel yang terjadi di dalam tubuh. Di Tiongkok dan Jepang, batu giok juga digunakan di berbagai salon kecantikan. Caranya sangatlah mudah, batu giok cukup dipijat-pijatkan di area wajah.

Banyak para pakar kecantikan di Tiongkok ataupun Korea yang mengatakan bahwa batu giok bisa digunakan untuk menghilangkan rasa letih, melancarkan srkulasi darah, mencegah premature aging atau penuaan diri, meningkatkan kekebalan tubuh dan menghilangkan keletihan.

Ciri-Ciri Batu Giok

Selain mirah delima dan juga safir, batu giok juga menjadi ratu dalam hal perhiasan. Batu ini sagat mudah diasah dan dibentuk dalam berbagai model, seperti cincin, kalung, lionting, gelang dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, batu giok juga bisa diolah ke dalam berbagai macam bentuk seperti kotak, lonjong, oval, segi tiga hingga segi banyak.

Sisi menarik lainnya adalah dari segi warna. Selain hijau, giok pun juga memiliki varian warna lainnya seperti putih tulang, kuning, orange dan juga merah. Varian batu yang berwarna merah dianggap yang memiliki nilai jual paling mahal.

Sebenarnya, di dunia ini hanya ada dua jenis batu giok yaitu nefrit (Nephrite) dan jadeit (Jadeite). Jika nefrit sudah ada sejak zaman Neolitikum (6.000 SM), jenis jadeit baru ditemukan oleh ahli perbatuan pada pertengahan abad ke 17, yaitu pada masa Dinasti Ching (1644-1712).

Jadeit dan nefrit tercipta dengan sifat-sifat yang berbeda. Jika jadeit disusun ole mineral prikosen, nefrit dibentuk oleh mineral amfibol. Jadeit memiliki massa jenis yang lebih besar daripada nefrit. Tingkat kekerasannya pun juga berbeda, nefrit memiliki tingkat kekerasan 6,5 skala mohs sedangkan jadeit memiliki tingkat kekerasan 7,0 skala mohs.

Salah satu ciri lain dari batu giok adalah batu ini sangat tahan dengan panas. Tentunya ciri tersebut sangat bertentangan dengan hukum alam. Batu ini memiliki sifat thermal diffusivity (menyebarkan panas) 0,0160 cm2/detik. Hal terseut dapat diartikan bahwa jika batu ini dipanasi pada satu titik, maka temperaturnya akan naik lebih cepat dibandingkan dengan beberapa jenis batu mulia lainnya.

Beberapa waktu lalu di Indonesia juga booming sebuah batu giok yang bernama sungai dareh. batu tersebut ditemukan di sekitar sungai daerah, Dharmasraya, Sumatera. Nama batu tersebut terangkat semenjak Barrack Obama mengenakannya di jari manisnya. Setelah dibawa ke lab, ternyata batu tersebut termasuk ke dalam jenis nephrite. Tidak hanya itu saja, beberapa waktu kemudian Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (Manta Presiden Republik Indonesia) dan Bapak Gamawan Fauzi (Mantan Menteri Dalam Negeri) pun terlihat memakainya.

Grade di Dalam Batu Giok

Batu giok memiliki ciri-ciri yang beraneka ragam, tergantung dengan grade (tingkatannya). Grade A, batu jenis ini akan mengeluarkan bunyi nyaring bila dipukul. Disamping itu, warna grade A pun cenderung berwarna hijau tosca dengan dasar putih susu.

Kemudian ada juga giok grade B yang juga akan mengeluarkan suara ketika dipukulkan. Namun, suara grade ini tidak senyaring yang grade A. Warnanya pun tida secerah grade A. Sedangkan untuk grade C, suaranya lebih lirih dan warnanya pun biasanya akibat diberi pewarnaan sehingga hijaunya bisa luntur.